Diarsipkan di bawah: Olah Bahasa | Tag: Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat UIN Jakarta
by,
Ali Eseren
A. PENDAHULUAN
Masuknya penjajah belanda ke nusantara ini, telah membawa sistem sosial masyarakat yang sangat melekat pada masyarakat indonesia.salah satunya sistem sosial feodalisme,yaitu merupakan sistem sosial politik yang memberikan kekuasaan yang besar kepada kepada golongan masyarakat bangsawan. Sistem feodaliasme berkembang di seluruh nusantara ini terutama di daerah Jawa tengah. Dengan kesewenang-wenangan yang disebabkan sistem ini, telah membuat jursng pemisah antara rakyat biasa dengan Golongan bangsawan atau Priyayi. Feodalisme menguntungkan golongan bangsawan namun menyengsarakan rakayat biasa karena tidak memiliki adab dan jiwa kemanusiaan, salah satu dari praktek sistem ini adalah kerja rodi dan perbudakan di gedung-gedung milik para priyayi.
Prmoedya Ananta Toer sengaja menghadirkan sebuah Roman Trilogi ‘Gadis Pantai’ untuk mengungkapakan betapa kejamnya sistem feodalisme jawa pada saat itu yang mengantarkan pada kesengsraan rakyat. Dalam roman tersebut Pram menghadirkan sosok gadis anak anak seorang nelayan yang mewakili sebagai rakyat biasa, mendapatkan perlakuan semena-mena dari seorang bendoro mewakili golongan bangsawan yang tidak lain adalah suaminya. Meskipun perlakuan semena-mena itu bukan berupa (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Olah Bahasa | Tag: arti mimpi. mimpi mahasiswa, Ikatan Mahasiswa Tegal, mahasiswa, mimpe
Ujungkidul-Nunjauhdisana, 08 Januari 2009
Sudah beberapa minggu ini aku diresahkan oleh mimpiku. Mimpi ini terjadi berulang selama tiga kali. Walau tidak persis sama di setiap mimpiku – dan tidak terjadi secara berurutan hari tapi berselang dan acak – namun terbersit di hatiku bahwa mimpi-mimpi itu memiliki kepaduan.
Aku merasa resah karena ada yang bilang kalau mimpi satu-dua kali itu ngigau, berasal dari resam yang tersembunyi di dasar hati. Kalau orang psikolog akan bilang, mimpi itu menyeruak dari alam bawah sadar seseorang. Bahwa masalah yang sudah tidak disadari oleh seseorang, tapi ia mempengaruhi seseorang, atau menjadi khayalan seseorang; maka ia akan keluar dengan sendirinya melalui (lagi…)
by,
MS R.
Merah yang Pudar
Kenapa kau menghindar
Dulu kau begitu kental
Memberi warna untuk jiwaku yang binal
Bagai merah bagi mawar
Anggur itu sudah tak ampuh
Bahkan kini membuatku angkuh
Menjadikan ku lumpuh
Dan hanya bisa mengeluh
Tak ada yang bisa mendengar
Berontak jiwaku yang ingar bingar
Teriak itu cukup aku saja
Dan ia kulampiaskan hanya dengan kata
Tak bermakna memang
Paling tidak menghilangkan sedikit bimbang
Semoga saja cepat hilang
Berganti merah yang datang
Merah
Dengan anggur aku dapatkan merahku
Kini tak ada yang memisahkan kami
Bahkan waktu sekalipun
Sudahlah jangan kau gugat cintaku
Aku tak sudi jika ia dinodai
Tegur
Iarlah anjing-anjing
Merendahkan Tuhan
Tapi aku tak mengikutinya
Melainkan menegurnya
Anjing tak tahu teguran
Malah ia menerkam




