Imt Ciputat


…. ……..
April 27, 2009, 12:58 pm
Diarsipkan di bawah: 1

Sssssssssssssss………………. Sssssssssss…….. Dia mendengarnya, ya,  dia dengar itu. Desir angin yang menderu, menerbangkan debu-debu mengotori hati, niat, pikiran, bahkan perasaan ia sejak dulu memang begitu hembusan angin itu: topan, ribut, tornado, puting beliung. Waw… semuanya: Si Kosong yang mengisi, Si Hampa yang menerpa tanpa wujud ciptakan wujud melempar debu-debu, krikil-krikil bebatuan menyumbat aliran semangat dan gairah hingga dia kaku terpaku dan membeku betapa dia ingin teriak, menjerit, memekik…..

Aaaaaaaaaaaaaaa…………………… Hingga langit menjadi hujan reruntuhan, bintang berjatuhan bulan dan mentari berbenturan dia sadar semua akan mendengar dan mentertawakan dia kerdil di pojok tembok, tersapu angin sirnalah sudah.

Dalam hati dia berpikir, “kenapa aku tak bisa seperti mereka? Dan kenapa aku harus berpikir bahwa aku harus seprti mereka? Kenapa aku harus membuka mata sedang yang terlihat hanya mereka? hanya ketika mata terpejamlah aku bisa melihat diriku, tapi aku tak angin terus menutup mata, aku ingin membuka mata dan ku lihat diriku di antara mereka. Mereka itu siapa? Hidup ini apa? Milikku atau milik mereka? Mereka bilang milik bersama, tapi (sementara ini) aku hanya bisa merebahkan kepalaku di atas telapak tangan dengan lengan tegak menyangga, seraya berkata, “aku ingin merampas hidup mereka”.

Masih dalam malam tak kalah suram. Dia kembali termangu, saut-menyaut dalam hati belum juga rampung. “Aku pikir aku bodoh, tapi aku pikir orang bodoh takkan berpikir, lalu kenapa aku berpikir? Mungkinkah aku bodoh? Apa aku ini si pemikir yang bodoh? Atau si bodoh yang berpikir? Oh… Tuhan kenapa Kau biarkan bumi ini berputar, membuat kepalaku selalu berputar-putar”.


6 Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan sebuah tanggapan

Tuhan, andai kau menagbulkan satu permintaan, tolong hapuskan tulisan ini beserta penulisnya dari situs ini!

Comment oleh imt ciputat

tuhan milik bersama, dia tidak hanya akan memgabulkan 1 permintaan dan dia tidak hanya mendengarkan 1 orang

Comment oleh tatu elkabsy

tull… komentare sadiss, aku sing nulis dadi ragu pan nulis maneh, seperti apapun tulisannya-ecek-ecek mbora- dihargai o wa

Comment oleh inyong

………………?????

Comment oleh a

Wis aja pada rudu. endah temen nengngngng. engko be pegel dewek. ndonga bener be hurung tentu dikabul apamaning ndonga bli bener kaya kuwe. aku wis suwe ndonga pengen bisa duwe gunung pribadi be durung di nei-nei daning pangeran koh.

Comment oleh muhamadmuiz

tanya kenapa??
kenapa tanya??
tanya apa??
apa yang ditanya??
yang apa ditanya??
ditanya apa??
tanya, tanya!!!
asal jangan tarnyan aja……

Comment oleh wong tegal




Tinggalkan sebuah tanggapan
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>